Thu, 29 July 2010
Aplikasi Perhitungan Jadwal Sholat dan Arah Kiblat untuk Daerah Indonesia

Daftar Istilah

Istilah-Istilah Waktu Sholat dan Arah Kiblat
Ardl (Bumi)
yaitu benda langit yang merupakan salah satu di antara sembilan planet pengikut matahari. Ia berada pada urutan ke tiga dalam tatasurya. Bumi berbentuk mirip bola dengan diameter pada katulistiwa 12756776 km dan jarak dari kutub ke kutub 12713824 km, sehingga agak pipih pada kutubnya. Waktu rotasinya rata-rata 23 jam 56 menit dan revolusinya selama 365.2422 hari. Dalam astronomi disebut Earth(Inggris) atau Geo (Yunani). Jarak anatara bumi dengan matahari rata-rata 150 juta km atau 149674000 km.
Ardlul Balad (Lintang Tempat /Lintang Geografi)
yaitu jarak sepanjang meridian bumi yang diukur dari equator bumi (khatulistiwa) sampai suatu tempat yang bersangkutan. Harga lintang tempat adalah 0 derajat sampai 90 derajat. Lintang tempat bagi tempat-tempat di belahan bumi utara bertanda positif (+) dan bagi tempat-tempat di belahan bumi selatan bertanda negative (-). Dalam astronomi disebut latitude yang biasanya digunakan lambang phi.
Aritmatik
adalah Hisab.
Ashar (Waktu Sholat Asar)
tenggang waktu yang dimulai sejak panjang bayang-bayang suatu benda itu sama dengan tinggi benda yang bersangkutan sampai matahari terbenam. Kedudukan matahari membuat panjang bayang-bayang suatu benda itu sama dengan tinggi benda yang bersangkutan adalah cotg-1= tan[Lintang Tempat – Deklinasi Matahari] + 1.
Astronomical Twilight
adalah Isya'.
Bayani
adalah Bilangan bulat pada bilangan berpecahan. Dalam arithmetic disebut dengan karakteristik. Sedangkan bilangan pecahannya disebut Kasru atau Mantise.
Bujur Tempat
Thulul Balad.
Cakrawala
adalah Ufuk.
Compass
adalah Huk.
Da’iratu Mu’addalin Nahar (Madarul I’tidal/Katulistiwa Langit)
adalah lingkaran besar yang membagi bola langit menjadi dua bagian sama besar, yakni bola langit bagian utara dan bola langit bagian selatan. Lingkaran tegak lurus pada lingkaran terang pada poros langit. Lingkaran ini disebut pula dengan equator langit. Pada saat matahari tepat dilingkaran ini lama siang dan malam untuk seluruh tempat dipermukaan bumi adalah sama.
Darajah (Derajat)
yaitu satuan ukur yang dipakai untuk mengukur besaran atau harga suatu sudut. Lambangnya adalah 0 (bulatan kecil) diletakkan pada kanan atas suatu angka yang bersangkutan. Nilainya antara 0 s/d 360 derajat. Sebagai pecahannya dipakai satuan daqiqah atau menit yang lambangnya ‘ (accent tunggal) dan Tsawani atau detik yang lambangnya “ (double accent). Setiap 1 derajat=60’ dan setiap 1 menit=60”.
Dhil
adalah bayang-bayang suatu benda yang dijadikan pembanding terhadap bendanya. Dalam goneometri disebut tangens, yaitu perbandingan sisi siku-siku di depan sudut dengan sisi siku-siku pengapitnya pada suatu segitiga siku-siku.
Dhil Ashar
adalah panjang bayang-bayang suatu benda pada saat awal masuk waktu ashar, yaitu ketika panjang bayang-bayang benda itu sama dengan tingginya ditambah bayang-bayang benda bersangkutan ketika matahari berkulminasi.
Dhil Ghayah
adalah panjang bayang-bayang suatu benda pada saat matahari berada di titik kulminasi atas. Apabila harga lintang tempat dan deklinasi matahari sama, maka dhil ghayah 0(nol).
Dhil Mabsut
adalah panjang bayang-bayang suatu benda yang ditancapkan tegak lurus pada bidang datar yang horizontal.
Dhil Mankus
adalah panjang bayang-bayang suatu benda yang ditancapkan tegak lurus pada bidang tegak.
Dhil Tamam
adalah perbandingan antara sisi siku-siku pengapit suatu sudut dengan sisi siku-siku di depan sudut itu. Dalam goniometri disebut cotangens.
Dzhuhur (Waktu Sholat Dzuhur)
yaitu tenggang waktu yang di mulai sejak matahari meninggalkan titik kulminasi atas sampai panjang bayang-bayang suatu benda sama dengan tinggi benda yang bersangkutan.
Dluha (Waktu Sholat Dluha)
yaitu tenggang waktu yang di mulai sekitar 15 menit setelah matahari terbit sampai menjelang matahari berkuminasi atas. Ketinggian matahari pada awal waktu dluha adalah 30 derajat 30 menit di atas ufuk sebelah timur.
Equation of time
adalah Ta'dilul Waqti.
Fadllud Da'ir (Sudut Waktu)
yaitu busur sepanjang lingkaran harian suatu benda langit dihitung dari titik kulminasi atas sampai benda langit yang bersangkutan. Sudut waktu ini disebut pula dengan Zawiyah Suwai'iyyah. Dalam astronomi dikenal dengan istilah Hour Angle dan biasanya digunakan lambang huruf t.
Fajar Shodiq
yaitu munculnya cahaya di ufuk timur mulai terang menjelang pagi hari pada kedudukan matahari -20 derajat di bawah ufuk timur. Fajar shodiq ini sebagai pertanda masuknya waktu shubuh.
Falak
yaitu Jalan benda-benda langit atau garis lengkung yang dilalui oleh suatu benda langit dalam lingkaran hariannya. Falak disebut dengan “Orbit” yang diterjemahkan dengan “Lintasan”.
Falaki
yaitu Seseorang yang ahli dalam ilmu falak.
Ghurubus Syams
yaitu matahari terbenam, yang dalam astronomi dikenal dengan Moonset.
GMT (Greenwich Maen Time)
yaitu waktu yang didasarkan pada kedudukan matahari pertengahan dilihat dari Greenwich.
Hishsatul Fajar (Cahaya fajar)
yaitu tenggang waktu yang dihitung dari terbit fajar (Shubuh) sampai terbit matahari.
Hishsatul Syafaq (Cahaya Senja)
yaitu tenggang waktu yang dihitung dari terbenamnya matahari (maghrib) hingga hilangnya mega merah di ufuk langit sebelah barat.
Ikhtiyat (Pengaman)
yaitu suatu langkah pengaman dalam perhitungan awal waktu sholat dengan cara menambah atau mengurangi sebesar 1 s/d 2 menit waktu dari hasil perhitungan sebenarnya. Hal demikian dimaksudkan agar pelaksanaan ibadah, khususnya sholat dan puasa itu benar-benar dalam waktunya masing-masing.
Imsak (Waktu Imsak)
yaitu waktu tertentu sebagai batas akhir makan sahur bagi orang yang akan melakukan puasa pada siang harinya. Tenggang waktu antara waktu imsak dengan waktu shubuh adalah sekitar selama membaca ayat al-quran 50 ayat, yaitu sekitar 12 menit. Posisi matahari pada waktu imsak berkedudukan -22 derajat di bawah ufuk timur.
Irtifa' (Ketinggian
yaitu ketinggian benda langit dihitung sepanjang lingkaran vertikal dari ufuk sampai benda langit yang dimaksud. Dalam astronomi dikenal dengan istilah altitude. Ketinggian benda langit bertanda positif (+) apabila benda langit yang bersangkutan berada di atas ufuk. Demikian pula bertanda negatif (-) apabila ia berada di bawah ufuk. Dalam astronomi biasanya diberi notasi h (hight).
Isya'(Waktu Sholat Isya)
yaitu tenggang waktu yang dimulai sejak hilangnya mega merah atau terbitnya cahaya putih di bagian langit sebelah barat sampai terbitnya fajar. Kedudukan matahari pada saat hilangnya mega merah pada posisi ketinggian -18 derajat di bawah ufuk sebelah barat. Pada saat itu para astronom mulai mengadakan pengamatan benda-benda langit. Itulah sebabnya keadaan seperti ini dikenal dengan Astronomical Twilight.
Ka'bah
yaitu bangunan berbentuk mirip kubus dengan panjang sisi-sisinya sekitar 10 m. Ka'bah terletak di tengah masjid kota mekkah dengan posisi lintang tempat 21 derajat 25 menit lintang utara dan bujur tempat 39 derajat 50 menit bujur timur. Ka'bah inilah sebagai kiblat bagi orang islam yang sedang melaksanakan sholat.
Khaththul Istiwa’ (Katulistiwa)
yaitu Lingkaran besar yang mempunyai jarak yang sama dari kutub utara bumi dari kutub selatan bumi, sehingga lingkaran ini membagi bumi menjadi dua bagian sama besar, yaitu bumi bagian utara dan bumi bagian selatan. Katulistiwa ini merupakan proyeksi dari equator langit ke permukaan bumi, sehingga ia disebut equator bumi. Khaththul Istiwa’ ini dijadikan sebagai batas permulaan pengukuran lintang tempat, sehingga tempat-tempat dipermukaan bumi yang tepat berada di khaththul Istiwa’ mempunyai harga lintang tempat 0 derajat.
Maghrib (Waktu Sholat maghrib)
yaitu tenggang waktu yang dimulai sejak matahari terbenam hingga hilang mega merah. Dikatakan matahari terbenam apabila piringan atas matahari menyentuh ufuk mar'i. Dalam perhitungan, kedudukan matahari pada awal waktu maghrib sekitar -1 derajat di bawah ufuk barat.
Qiblat (Kiblat)
yaitu arah ka'bah di Makkah yang harus dituju oleh orang yang sedang melakukan sholat, sehingga semua gerakan sholat, baik ketika berdiri, ruku', maupun sujud senantiasa berimpit dengan arah itu.
Syams (Matahari)
yaitu suatu bintang sebagai pusat peredaran benda langit dalam tatasurya. Besarnya 1378000 kali besar bumi dan garis tengahnya 109,1 kali garis tengah bumi atau 1390000 km. Cahaya matahari berkecepatan 300000 km tiap detik, sehingga cahayanya sampai ke bumi dalam jarak 150 juta km memerlukan waktu sekitar 8,3 menit. matahari berputar pada sumbunya selama 25 hari untuk sekali putaran dan bergerak dengan kecepatan 20 km tiap detik. Dalam astronomi disebut Sun.
Thulu'/Syuruq
yaitu manakala piringan atas suatu benda langit bersinggungan dengan ufuk mar'i sebelah timur. Dengan pengertian ini, matahari atau bulan dikatakan terbit apabila jarak zenitnya sama dengan 90 derajat - paralaks + Refraksi + Semidiameter + Dip.
Waktu Da'iri (Waktu Daerah)
yaitu waktu yang digunakan di suatu daerah atau wilayah yang berpedoman pada bujur atau meridian berkelipatan 15 derajat. Misalnya WIB=105 derajat, WITA=120 derajat, WIT=135 derajat. Dalam astronomi dikenal dengan Zone Time.